Pembelajaran

Tema                : Peranan dalam pengambilan keputusan

Judul                : Pembelajaran

Nama               : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

 

 

Seorang konsumen tiba –tiba beralih sabun mandi atau berpindah ke resetoran lain yang bukan biasannya ia pilih, mengapa mereka berpindah? salah satu penyebabnya adalah karena kecewa dengan mutu produk atau pelayanan yang diberikan. Sebaliknya mereka yang menilai bahwa produk yang dibelinya secara terus – menerus mampu memenuhi apa yang dibutuhkan dan diinginkannya, mampu membuatnya benar – benar puas, maka mereka akan membeli produk tersebut.

Dengan membeli konsumen akan memilih produk yang diingat di benaknya. Ingatan konsumen terhadap merk produk yang diingat umumnya adalah yang sering didengar dan dilihat. Oleh karena itu, pereilaku konsumen didahului oleh pembelajaran.

Pembelajaran

Nelson dan quick (1997) mendefinisikan belajar sebagai  proses yang menghasilkan perubahan pengetahuan atau perilaku yang bersifat relatif permanen. Belajar telah berlangsung pada konsumen mengalami perubahan pengetahuan dari tidak tahu menjadi tahu atau dari yang tidak membeli menjadi membeli suatu produk setelah menerima suatu informasi atau sebaliknya.ada empat fackor penting yang medukung keberhasilan belajar :

1. Motivasi

Motivasi mendorong individu untuk berusaha dan bertindak, misalnya seorang konsumen  tertarik memperhatikan iklan obat sakit kepala dan belajar dari iklan tersebut apabila dirinya memiliki motivasi yang kuat untuk membeli obat sakit kepala. Adanya motivasi yang kuat bisa lebih mendorong konsumen untuk mencari yang lebih lengkap mengeneai informasi yang dibutuhkan.

2. Isyarat (tanda-tanda)

Isyarat atau tanda –tanda merupakan rangsangan yang memungkinkan individu lebih terarah dalam mengarahkan perilaku pada motif. Misalnya seorang konsumen yang sedang membutuhkan obat sakit kepala mungkin akan lebih kuat usahanya mendapatkan obat sakit kepala apabila melihat gambar yang memperlihatkan orang sakit akibat menderita sakit kepala dan setealh diberi obat sakit kepala dengan merk x hasilnya sembuh.

3. Respon

Respon atau tanggapan  adalah reaksi individu terhadap isyarat. Respon terjadi sebagai hasil dari proses pembelajaran tidak harus berupa perilaku yang tampak tetapi juga perilaku yang tidak tampak

4. Pengukuhan (reinforcement)

Reinforcement adalah segala sesuatu yang diberikan kepada individu yang belajar untuk memperkokoh respon yang sudah terbentuk. Contoh, untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan membeli di toko swalayan jaya, maka manajer pemasaran memberikan kupon belanja kepada konsumen yang belanja lebih dari Rp.100.000.

Di dalam pembelajaran terdapat tiga teori besar yang menjelsakan belajar dan proses belajar yakni Behavioristic Theory (teori perilaku), Cognitive Theory (teori kognitif) dan Sosial Learning Theory (teori belajar sosial).

1. Teori Perilaku (Behavioristic Theory)

Di dalam teori perilaku tebagi menjadi 2 yaitu teori classical conditioning (pengkondisian klasik) dan Operant Contioning(pengkondisian Operan)

a. Teori Pengkondisian klasik

Teori ini di kemukakan oleh Ivan Pavlov yang menghasilkan  adanya prinsip pengulangan dan Generalisasi Stimulus. Didalam Prinsip pengulangan strategi khususnya periklanan perlu ditanyangkan berulang – ulang agar konsumen memahami iklan tersebut . namun demikian berapa kali pengulangan harus dilakukan agar memberikan hasil yang optimal dan efektif. Banyak faktor yang mempengaruhi antara lain tayangan iklan lain  terutama untuk katagori produk yang sama dan faktor individual (fisik maupun psikologis). Adanya iklan lain yang juga ditayangan berulang – ulang bisa menyebabkan kelupaan pada konsumen karena akan terjadi proses interferensi( akibat banyaknya informasi yang masuk sehingga terjadi percampuran informasi yang masuk). Sedangan Generalisasi Stimulus merupakan faktor yang menentukan selain pengulangan, dalam generalisasi stimulus ini individu akan memberikan respon yangs sama terhadap stimulus yang mirip. Sebagai contoh karena mengaggap semua produk elektronik keluaran Sony baik, karena mereka percaya pada beberapa produk yang dikeluarkan Sony memang bermutu baik sehingga apapun jenis produk yang dikeluarkan Sony dipandang sebagai produk bermutu. Contoh lainnya ketika kosumen akan mencari Pizza Hut maka di outlat manapun dia akan mengggap  kualitasnya sama karena konsumen melakukan generalisasi.

b. Pengkondisisan Operann

Teori ini dikembangkan oleh B.F.Skinnner, dalam belajar pengkondisian operan perilaku yang terbentuk dipengaruhi oleh konsekuensi dari perilaku yang dilakukannya . teori ini berpandangan bahwa belajar terjadi melalui proses mencoba dan mencoba dan kebiasaaan akan terbentuk kalau ada konsekuensi positif(rewerd) yang diterima. Sebagai contoh konsumen akan membeli berulang kali shampoo merk x karena setiap pembelian shmpo tersebut mendapatkan hadiah gelas. Didalam apliakasi strategi pemasaran usahan – usaha yang dilakukan membuat konsumen puas sehingga memperkokoh perilaku konsumen dalam memeli suatu produk

Di dalam memuaskan konsumen menurut Zeithaml dan Bitner terdapaty tiga faktor yang dapat dikendalikan dalam oleh pemasar yang mempengaruhi kepuasan konsuemn yaitu kulitas pelayanan, kualitas produk dan harga. Kualitas pelyanan dapat ditingkatkan dengan memperbaiki aspek – aspek yang menjadi dimensi pelayanan yaitu meliputi :

-          Berwujud(Tangible) merupakan penampilan fisik dari jasa yang ditawarkan, peralatan, personil, dan fasilitas komunikasi

-          Keandalan (reliability) menunjukan pada kemampuaan untuk mewujudkan pelayanan yang dijanjikan secara akurat, tepat waktu dan dapat dipercaya.

-          Ketanggapan (resposiveness) yaitu kemampuan untuk membantu pelanggan dengan memberikan layanan yang baik dan cepat

-          Empati (empathy) yaitu berusha untuk mengetahui dan mengerti kebutuhan pelanggan secara individu

-          Keyakinan (assurance)  merupakan pengetahuan dan keramahtamahan personil dan kemampuan mereka untuk dapat dipercaya dan diyakini.

2. Teori pembeljaran kognitif

Menurut teori ini pembelajaran merupakan aktifitas mental, manusia senantiasa dihadapkan pada suatu masalah dalam hidupnya. Proses belajar terjadi sebagai upaya manusia untuk mengatasi masalah, dalam mengatasi maslah ini konsumen akan memproses informasi yang melibatkan proses mental yang kompleks.  Kemampuaan untuk mengelola informasi tergantung pada kemampuan kognitif konsmumen dan kompleksitas informasi yang akan diproses. Konsumen akan mengelola informasi atribut produk, merk, perbandingan antar merk atau hal – hal yang terkait. Kemampuan mengiangat antara individu juga berbeda – beda, ada individu yang mudah mengingat hal – hal yang disajikan dalam bentuk verbal dan sebaliknya ada yang mudah mengingat dalm bentuk visual. Sedangkan tingkat kompleksitas informasi akan mempengaruhi pengelolaan informasi yang dilakukan

3. Pembelajara Observasional (teori belajar sosial)

Pertama kali dikemukakan oleh A.Bandura, terori ini berpandangan bahwa, dalam belajar individu akan meramalkan konsekuensi dari perilaku yang dilakuaknnya dan melakukan berbagai perilaku ; dalam belajar individu akan memperhartikan perilaku orang lain dan mengamati konekuensi dari perilaku yang dilakukan; dan individu mempunyai kemampuan untuk mengatur perilakaunnya sendiri dan melalui proses regulasi diri akan memberikan penghargaan maupun hukuman atas perilakunya.

 

Jadi kesimpulannya dari sejak lahir manusia diciptakan hingga mati kehidupan manusia tidak terlepas  untuk belajar. Pemahaman terhadap proses belajar yang terjadi pada konsumen merupakan hal yang penting bagi pemasar dalam upaya melakukan pembelajaran pada konsumen agar dapat mempengaruhi perilaku dalam pembelian. Terdapat empat faktor yang penting untuk mendukung keberhasilan belajar yakni adanya motivasi yang kuat, adanya isyarat yang mudah dipahami, adanya respon dan tersediannya penguatan.terdpat tiga teori besar dalam proses pemebelajaran yaitu Behavioristic Theory(teori perilaku), Cognitive Theory(teori kognitif) dan Sosial Learning Theory (teori belajar sosial). Dari ketiga teori tersebut dapat diaplikasikan untuk memeprcepat proses belajar dan memperkuat perilaku yang sudah terbentuk

Sumber/ Daftar pustaka

-          Suryani, Tatik, (2008). Perilaku Konsumen. Surabaya : Graha

About these ads

1 Comment

  1. Pembenaran yang paling pokok melalui meskipun ini adalah memanaskan mengungkapkan dari merah – panas Miscellanea , terra , kesempatan tersebut juga dapat memuaskan front atmosfer dan banyak lagi .


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.