Bocah Jenius 11 Tahun Lulus Universitas

Quote:
SATU lagi bocah jenius yang mencengangkan dunia. Moshe Kai Cavalin, 11 tahun, berhasil lulus kuliah dengan hasil sempurna, IPK 4.0. Meski demikian capaian bocah keturunan Taiwan-Israel ini belum memecahkan rekor bocah termuda yang berhasil lulus universitas.

Penyandang rekor ini adalah Michael Kearney—sekarang 24 tahun— yang lulus Fakultas Antropologi University of South Alabama pada usia 10 tahun.
Cavalin mulai masuk kuliah di East Los Angeles College, pada usia delapan tahun, dan menyelesaikan pendidikannya hanya dalam tiga tahun. Hebatnya lagi, di sela-sela jadwal kuliahnya yang padat ia masih menyempatkan memberikan les privat pada temen-temannya yang berusia 19-20 tahun di bidang matematika dan fisika.

Namun entah kenapa, Cavalin, selalu menolak dikatakan sebagai anak jenius. Ia selalu bilang kalau dirinya hanyalah anak yang sangat menikmati belajar sama seperti ia menikmati sepak bola, nonton film atau main mobil-mobilan, atau mengumpulkan pin baseball. Karena itu, dia selalu menghindar jika ada yang menanyakan berapa IQ-nya. Menurutnya, siswa bisa sukses bukan semata-mata karena IQ-nya tapi harus belajar keras dan tetap fokus pada pekerjaannya.

Orangtuanya pun punya pandangan yang bijak tentang mendidik anak. Mereka tidak mau memaksakan anaknya karena menurut mereka, anak seusia Cavalin, tidak perlu harus dipaksa belajar karena mereka tidak akan menikmatinya. “Beri mereka kesempatan, dan belajar apa yang disukainya. Cavalin suka bermain bola, menonton film Jackie Chan, bahkan bermain mobil-mobilan. Itu semua dilakukannya sekalipun dia mahasiswa,” ungkap orangtuanya.

Pada awalnya, orangtua Cavalin –Yosef Cavalin (Israel) dan Shu Chen Chien (Taiwan), tidak berniat mendaftarkan anaknya ke universitas pada usia semuda itu. Pada usia 6 tahun, orangtuanya mendaftarkan dia pada sekolah SD swasta. Namun belum lama dia di sana, pihak sekolah memintanya untuk pindah, karena pengetahuannya melebihi anak-anak sebayanya, bahkan gurunya.

“Mereka tidak mau menerima saya karena saya tahu lebih banyak daripada guru di sana,” ujar Cavalin. Akhirnya orangtua memutuskan Cavalin menjalani home schooling. Setelah dua tahun, orangtua memutuskan mendaftarkan Cavalin pada universitas.

Dia diterima masuk East Los Angeles College, setelah menjalani serangkaian tes. Ketika itu usianya 8 tahun. Namun pihak universitas hanya membolehkan dia hanya mengambil dua mata pelajaran yakni matematika dan pendidikan jasmani. Nyatanya, nilai-nilainya di dua mata pelajaran itu cemerlang (A plus), sehingga Cavalin mendapat kesempatan memperluas bidang yang diminatinya. Lalu dia menambah bidangnya dengan sejarah, astronomi, serta musik, dan hasilnya sangat bagus. Cavalin juga sangat suka belajar bahasa asing. Dua tahun di universitas setidaknya dia telah menguasai enam bahasa asing.

Tidak seperti anak jenius lain yang sulit bersosialisasi, Cavalin justru tergolong ramah dan senang berteman. Selain masuk klub-klub yang berkaitan dengan ilmu yang dipelajarinya, Cavalin juga sekolah musik, bahasa bahkan bela diri. “Prestasinya di bidang bela diri cukup menonjol, dia beberapa kali juara. Ada banyak piala dan penghargaan menghiasi kamarnya, dia sangat bangga akan hal itu,” ungkap ibunya, Shu Chen Chien sembari menambahkan, baru-baru ini tangan anaknya patah karena bela diri, padahal dia harus tampil dalam pertunjukkan musik.- dia/dari berbagai sumber (*T)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s