BANK PADI ATASI JATUHNYA HARGA DASAR GABAH PETANI

Sejumlah petani dan masyarakat yang terwadah dalam Koperasi kelompok Tani Amanah di desa Blimbingrejo, kecamatan Nalumsari, kabupaten Jepara, membentuk bank padi yang sebelumnya pernah dirintis oleh koperasi Unit Desa Trikarya di kabupaten banyuwangi, Jawa Timur. Bank padi milik koperasi itu mendapatkan dukungan penuh pendiriannya dari pemerintah kabupaten jepara dan Kementerian negara Koperasi dan UKM. Peresmian penggunaannya dilakukan oleh menteri koperasi dan UKM Ali Marwan Hanan, sabtu (21/2). Unit kegiatan Bank Padi KTT Amanah tani adalah menerima penjualan gabah petani sesuai harga dasar yang ditetapkan pemerintahdan melakukan rise milling unit (RMU) yang meliputi pengeringan padi, penyelapan padi, simpan pinjam dan sarana produksi padi (seprodi). Untuk menunjang kegiatan itu, sejumlah peralatan yang dimiliki seperti mesin pengering dan mesin RMU berkapasitas besar tersedia dengan lengkap.

Menurut Wakil Ketua Bank Padi Mashudi, kegiatan yang dilakukan bank padi itu, secara langsung  mampu membantu melakukan pemasaran hasil padi petani di daerah sekitar bank. Mereka dapat menjual dan menyimpan atau menitipkan gabah mereka di bank, dengan harga dan biaya sewa yang  telah disepakati kedua pihak berdasarkan kualitas dan harga di pasar yang tidak merugikan petani. Petani juga bisa mendapatkan jasa pengeringan gabah yang mereka miliki untuk mendapatkan gabah dengan kadar air yang telah ditentukan untuk gabah kering giling (GKG). Minimal jumlah gabah petani yang dapat dikeringkan oleh bank padi sejumlah 5 ton, dengan harga pengeringan tiap tonnya berdasarrkan ketentuan yang telah ditetapkan  bank padi.

Jika ada petani yang tifak mampu mencukupi batas minimal 5 ton mereka harus melakukan kerja sama untuk memenuhi jumlah minimal atau melalui kerja sama dengan petani lain dengan sebuah kelompok tani. Bank padi mampu menyerap sekitar 15 ton gabah milik petani setiap hari dari wilayah di sekitar tempat bank tersebut berada. Diperkirakan ketika produk tanaman padi petani karena panen sudah berkurang, Bank siap menerimah gabah dari daerah lain.

Bank padi KTT Amanah tani sifatnya tidak hanya untuk petani di daerah sekitar kecamatan pada kabupaten jepara saja, melainkan bersifat umum. Artinya, produk gabah petani dari mana saja dapat  diterima namun diproritaskan untuk daerah sekitar bank, tutur mashudi. Menurutnya, Bank padi yang dibentuk baru pada tahap pengenalan kepada masyarakat, maka sistem perbankan sebagaimana layaknya bank belum diterapkan sepenuhnya oleh bank padi.

Ke dapan, Bank padi akan disempurnakan secara bertahap seperti penggunaan istilah nasabah kepada anggotanya dan akan menerapkan menrapkan sistem bank umumnya

Modal awal bank padi ini beerasal dari pengembangan modal KTT Amanah, yakni modal sendiri yang berasal dari simpanan pokok dari masing – masing anggota. Kemudian dari simpanan wajib anggota sebesar Rp.10.000,-/bulan. Sedangkan modal pihak ketiga berasal dari kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp.1.250.000.000,- yang terdiri dari sekitar Rp.900.000.000,- dalam bentuk mesin pengeringan dan peralatan pengelola gabah menjadi padi dan sisanya untuk modal usaha.

Mashudi mengungkapkan, sebelumnnya KTT Amanah Tani telah mendapatkan program ketahanan pangan dari pemerintah kabupaten jepara sebesar Rp.375.000.000,- dan berasal dari lembaga usaha ekonomi pedesaan (LUEP). Bantuan modal tersebut ada yang diberikan dalam  bentuk peralatan dan modal  dana untuk membantu perkembangan usaha KTTT sebelumnnya. Bank padi KTT Amanah juga memberikan jasa simpan pinjam dalam bentuk mingguan dan bulanan. Pinjaman mingguan diberikan  kepada pedagang kecil yang membutuhkan modal kecil berkisar Rp.100.000,-   ingga Rp.500.000,- dengan jumlah jasa pinjaman sebesar 2,75% sedangkan pinjaman bulanan  sebesar Rp.1.000.000,- hingga Rp.2.000.000,-  diberikan kepada pedagang beras yang beropersi di RMU KTT Amanah Tani, dengan jasa simpanan sebesar 2,5%. Adapun sistem pengembalian dilakukan dengan jangka waktu 10 kali angsuran.

Penyediaan sarana produksi padi (seprodi) oleh bank kepada petani adalah dalam bentuk pelayanan penyediaan pupuk dan obat – obatan dengan harga yang terjangkau oleh petani, sesuai dengan ketentuan pemerintah. Petani dapat membeli saprodi secara kontan atau dibayar setelah panen dan bisa dibayar  dengan padi. Bank Padi KTT Amanah Tani, juga telah melakukan kontrak kerjasama dengan bulog bulog sub Drive Jepara dalam hal pengadaan gabah dan beras. Mereka juga membeli gabah langsung dan melakukan pemprosesan untuk dijual kepada pedagang, koperasi dan untuk program beras pegawai negeri.

2 Comments

  1. Memang sukar kalau hidup banyak hutang.

  2. Pinjaman Koperasi…

    ……


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s