Perubahan Sosial Budaya Indonesia

Tugas 2 P. Kewarganegaraan

Nama                        : Ridwan Ardiansyah

Npm/Kelas             :11208051/2EA03

ABSTRAK

Setiap masyarakat dimana pun pasti akan mengalami perubahan dan dinamika sosial budaya, baik di desa maupun di perkotaan. Perubahan dan dinamika itu merupakan akibat dari adanya interaksi antarmanusia dan kelompok.akibatnya diantara mereka terjadi proses saling mempengaruhi yang menyebabkan perubahan sosial.

Perubahan sosial tidak bisa kita elakan apalagi di zaman yang terbuka ini. Kemajuan teknologi yang sangat pesat telah membawa berbagai macam pengaruh baik maupun buruk dari dalam dan luar. Semua pengaruh itu begitu mudah hadir di tengah – tengah kita. Lambat laun tanpa disadari kita telah mengadopsi nilai – nilai baru tersebut.

Perubahan dan dinamika yang terjadi di masyarakat bisa  berupa perubahan nilai – nilai sosial, norma – norma yang berlaku dimasyarakat, pola – pola perilaku individu dan organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, lapisan – lapisan maupun kelas –kelas dalam masyarakat, kekuasaan, wewenang, interaksi sosial  dan masih banyak lagi dengan kata lain perubahan sosial itu adalah perubahan yang terjadi dalam waktu tertentu terhadap organisasi sosial masyarakat yang meliputi nilai – nilai, norma, kebudayaan dan sistem sosial dengan cara memodifikasi pola – pola kehidupan manusia untuk memperoleh keseimbangan hubungan sosial.

Menurut soekanto faktor –faktor yang menyebabkan perubahan sosial diantaranya bertambahnya atau berkurangnya penduduk, pertentangan (konflik) masyarakat, terjadinya pemberontakan dan revolusi, ideologi, peperangan, lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia dan adanya penemuan baru.

Pendahuluan

Sebelum arus globalisasi menyerbu ke setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia, berbagai bentuk barang mulai dari peralatan rumah tangga hingga mainan anak-anak banyak yang menggunakan bahan baku dari alam, seperti bambu, kayu, batang pohon, sampai dedaunan. Namun itu cerita dulu, sekarang keadaannya sudah berbalik 180 derajat.

Tak hanya dalam bentuk mainan, arus globalisasi juga menghantam permainan tradisional anak-anak di Jawa Barat. Jenis mainan dan permainan dalam bentuk video game serta bentuk permainan teknologi modern lainnya, lebih disukai anak-anak sekarang ketimbang yang berbau tradisional.

Ada satu penilaian yang salah kaprah terhadap permainan. Jenis mainan dan permainan tempo dulu ini sering dianggap mainan kelas bawah yang kotor, berbahaya, dan tidak berkualitas.

Selain meluasnya anggapan keliru tersebut, kurangnya sarana bermain, turut mendukung semakin tidak berkembangnya permainan tradisional. Permainan rakyat seolah makin tersudut, setelah keberadaan media pendukung semakin tidak ada, baik media alat, sarana maupun prasarana.
Tujuan saya memilih masalah ini untuk tugas kewarganegaraan agar kita sadar dan mau melastarikan kebudayaan permainan tradisional yang kita miliki, walau perubahan sosial tak terelakan kita hadapi karena menghadapi arus globalisasi. Permainan modern juga baik untuk kita jika tidak berlebihan karena kalau bangsa ini tidak mau menerima unsur –unsur baru maka bangsa ini akan tertinggal dari bangsa – bangsa lainnya.

Isi

Disini akan membahas permasalahan perubahan sosial yang dimana mengenai perubahan cara bermain anak yang dahulu memainkan permainan tradisional kini berubah menjadi permainan virtual.

Kondisi Indonesia yang bervariasi mulai dari alam pegunungan, sungai, dataran, pulau, sampai suku-suku yang mendiaminya, menjadi cikal bakal lahirnya permainan-permainan kreatif yang diciptakan oleh leluhur bangsa. Permainan inipun sarat dengan nilai-nilai filosofis. Nilai-nilai yang disisipkan pun diharapkan dapat dilaksanakan dalam setiap tindakan dengan penuh kesadaran. Sehingga permainan tradisional ini akan banyak memberi pengaruh bagi masa depan bangsa.
Permainan dilakukan hanya untuk meyenangkan hati. Rasa senang dapat dialami oleh setiap orang, kaya atau miskin, orang kota atau desa dan berlaku dari dulu, sekarang, dan seterusnya sampai waktu tak terhingga. Masa anak-anaklah antusiasme permainan tak pernah surut, sehingga di masa ketika mereka baru mengenali permainan diharapkan mampu menangkap nilai-nilai dibalik suatu permainan.
Nilai-nilai luhur yang tersirat didalamnya bisa melekat pada pemain-pemainnya, yakni anak-anak yang kelak akan meneruskan perjuangan mempertahankan bangsa ini. Bagi Prof. Dr. N. Driyarkara S. J, ahli filsafat, pendidikan kebudayaan lokal seperti permainan merupakan awal dari pendidikan kepribadian nasional. Oleh karena itu, setiap pendidikan budaya lokal akhirnya harus diintegrasikan dengan pendidikan nasional.
Beberapa ahli psikologi berpendapat bahwa dalam permainan tradisional sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Dengan bermain bersama, anak-anak dilatih untuk bisa saling menghargai bahwa setiap orang memiliki karakter dan nasib yang berbeda-beda. Sesama manusia harus hidup tolong-menolong dengan bergotong-royong. Selain itu, pada setiap tahap permainan ini anak-anak sudah melatih diri untuk bersikap ulet, jujur, setia kawan, dan disiplin agar dapat mencapai apa yang dicita-citakan.

Permainan tradisional bisa mengasah kemampuan motorik anak, baik kasar maupun halus, serta gerak refleksnya. Selain gerakan motorik, anak juga dilatih bersikap cekatan, berkonsentrasi, dan melihat peluang dengan cepat untuk mengambil keputusan terbaik agar bisa menangkap lawan seperti dalam permainan Benteng. Kemudian permainan seperti dakon dapat merangsang menggunakan strategi. Anak harus pandai menentukan biji di lubang mana yang harus diambil terlebih dahulu, agar bisa mengumpulkan biji lebih banyak dari lawan. Melihat manfaat-manfaat tersebut, sebenarnya permainan tradisional ini penting dilakukan oleh anak-anak zaman sekarang. Selain untuk memperoleh manfaat yang tidak bisa didapat dari permainan modern, juga untuk memacu anak lebih kreatif.
Modernisasi yang bergerak lambat namun pasti telah membuat permainan modern berkembang pesat dengan jenis-jenisnya yang makin variatif, sehingga permainan tradisional kini kian tersisih. Permainan modern memang bisa dimainkan dimana saja dan kapan saja. Mulai dari anak-anak sampai mereka yang telah dewasa pun kini asyik di depan layar TV, komputer, dan handphone (HP) untuk bermain game. Bahkan mereka rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk melengkapi aplikasi game mereka. Hal tersebut tidak mengherankan karena permainan ini tidak memerlukan tempat khusus dan luas serta bisa dimainkan sendiri.
Permainan modern yang saat ini menjadi idola baru bagi anak-anak dinilai kurang mendidik, cenderung individual, materialistis, ingin menang sendiri, dan masih banyak efek negatif lainnya. Ironis memang, permainan modern yang sebagian besar berasal bukan dari negara sendiri, justru semakin digemari. Padahal, permainan tradisional dapat menjadi identitas warisan budaya bangsa ditengah keterpurukan kondisi bangsa saat ini.
Sebagai kota besar yang terus berkembang, Kota depok sekarang ini mengalami perubahan tidak hanya dari wajah lingkungan sekitar dan wajah-wajah baru warga yang menempati rumah silih berganti namun juga jenis permainan yang dulu popular dimainkan seperti bermain petak umpet, layang-layang, gasing, egrang dan lain-lain. Semakin berkurangnya lahan untuk bermain di Kota depok menjadi titik awal minimnya anak-anak untuk memainkan permainan tradisional. Lahan terbuka yang selama ini sebagai ruang publik telah banyak tergusur oleh pembangunan yang dilakukan pemerintah maupun swasta. Padahal, permainan tradisional ini sama dengan olahraga rekreasi yang membutuhkan lahan luas, bahkan sudah diatur dalam Undang-Undang olahraga Rekreasi. Tapi kalau lahan yang ada sekarang ini sudah terasa sempit, tentunya memainkan permainan tradisional akan terbatas pula.
Selama ini, pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) depok cenderung mengabaikan kebutuhan masyarakat akan lahan terbuka. Bahkan, RT/RW yang sudah dirancang seringkali dirubah Pemkot demi keinginan investor. Akibatnya, masyarakatlah yang menuai dampaknya terutama anak-anak yang akan kehilangan lahan untuk bermain.

Pemkot dinilai kurang memerhatikan permainan tradisional dan menyediakan lahan untuk bermain. Apalagi melihat perkembangan permainan tradisional semakin tersisihkan dengan hadirnya permaian-permainan modern. Tak bisa dipungkiri, kurangnya perhatian dari pemerintah, membuat permainan tradisional tertinggal jauh dibanding video game, komputer game, dan jenis permainan modern ektronik lain yang saat ini menjamur di berbagai kota-kota besar. Jika hal ini tidak juga menjadi perhatian serius baik dari pemerintah maupun masyarakat, bukan tidak mungkin salah satu warisan budaya turun temurun itu akan musnah karena ketidaktahuan generasi muda dan generasi seterusnya.
Dengan penghayatan tentang pentingnya generasi-generasi yang tangguh dan bermoral semestinya permainan tradisional tidak ditinggalkan begitu saja lantaran tidak modern. Perlu ditegaskan pula bahwa tidak semua yang kuno itu jelek dan sebaliknya tidak semua yang modern itu baik. Semua kebudayaan semestinya diserap dengan akulturasi yang benar, dalam arti kebudayaan tradisional maupun kebudayaan modern yang baik harus dilestarikan sedangkan kebudayaan yang bernilai tidak baik bagi kemajuan bangsa harus disingkirkan.
Bagaimana mau melestarikan jika tidak tahu jenis-jenis permainan tradisional dan cara memainkannya. Kenyataan ini menjadi suatu tamparan bagi generasi sekarang yang telah banyak berubah seiring berkembangnya teknologi modern. Jika permainan tradisional tetap terjaga tentunya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi suatu daerah, seperti Desa Petungsewu Kecamatan Dau, Malang. Desa ini menerapkan konsep ecotourism, dimana semua kebudayaan tradisional desa ditampilkan mulai dari permainan, tarian, hingga tradisi yang ada. Sebuah langkah kongkret dalam melestarikan budaya tradisional. Dengan begitu, kebudayaan tradisional tidak akan digilas zaman karena dikemas dalam pertunjukan kebudayaan dan pariwisata.

Sebenarnya apa saja yang membuat Permainan modern memiliki efek yang negatif pada anak-anak yang memainkannya :

1. Merusak Mata dan Menimbulkan Kelelahan

Ukuran televisi untuk bermain yang besar dan jarak bermain yang sangat dekat yaitu kurang lebih satu meter dari depan tv jelas dalam jangka panjang akan merusak mata para pemain menimbulkan rabun jauh. Waktu bermain yang panjang dengan permainan yang seru membuat anak lupa istirahat, lupa makan, lupa mandi, lupa belajar, lupa buat PR, lupa pulang dan lain sebagainya. Hal ini dapat memperbesar resiko terserang berbagai jenis penyakit.

2. Menyita Waktu

Menyewa mesin permainan yang biasanya minimal satu jam membuat banyak waktu tersita yang seharusnya bisa dipakai untuk melakukan aktifitas lain yang lebih berguna. Belum lagi kalau waiting list karena sedang ramai atau hobi nonton teman bermain. Tempat atau ruangan yang dilengkapi oleh pendingin udara atau ac serta lantai yang bersih melengkapi kenyamanan konsumen untuk berlama-lama nongkrong di rental ps atau di warnet.

3. Menimbulkan Kecanduan Main dan Membuat Malas Belajar

Jika pikiran anak dipenuhi oleh permainan yang mengasyikkan maka yang dipikirkannya kebanyakan hanya main game seperti ngadu bola we, balapan, berantem satu lawan satu, adu dance, dan lain sebagainya. Sepulang sekolah langsung nongkrong di tempat rental ps, sore juga, malam juga nongkrong. Hal ini membuat anak kekurangan waktu dan konsentrasi penuh untuk belajar dengan baik.

4. Kurang Kontrol Petugas Rental

Usaha yang berorientasi pada keuntungan semata sangat berbahaya karena anak-anak bisa saja cabut atau bolos sekolah hanya untuk main ps. Yang seharusnya ikut les atau bimbel jadi malah nongkong main ps. Yang belum makan, belum tidur siang, belum mandi, dan lain-lain bisa dengan mudah main ps tanpa larangan petugas. Main berjam-jam pun justru sangat disukai petugas rental. Game yang tidak layak bagi anak-anak (belum cukup umur) pun disuguhkan dengan bebas siap tersedia tanpa memikirkan perkembangan mental anak-anak.

5. Menghabiskan Uang Jajan

Anak yang gemar main ps dengan uang jajan yang pas-pasan akan membuat anak itu bersikap boros dan sulit untuk menabung. Baginya yang penting adalah bersenang-senang. Seharusnya anak-anak jangan banyak melakukan aktifitas transaksi yang harus membayar / bayar tanpa didampingi oleh orangtua.

6. Berpeluang Mengajarkan Judi / Taruhan

Taruhan judi bola dan judi adu bola itu sudah biasa banyak dilakukan oleh orang dewasa. Jangan sampai anak-anak kita gemar bertaruh atas apa yang dilakukannya sendiri maupun dilakukan oleh orang lain. Jika anak sudah senang berjudi, maka ke depannya bisa saja si anak jadi tukang judi yang senang menghamburkan uang dengan harapan menang taruhan.

7. Dan lain –lain

masih banyak lagi sisi buruk, diperlukan aturan yang ketat bagi pengusaha rental video game console dan game online agar tidak menimbulkan kerugian pelanggan dan merusak masa depan anak-anak kita. Intinya permainan modern sangat tidak mendidik sehingga perlu aturan main yang menguntungkan semua pihak.

Di samping memiliki dampak yang kurang baik permainan modern juga ada sisi positif  jika anda ikuti saran – saran diantaranya :

1. Batasi Waktu Main Game

Kalau sudah enak main game biasanya orang lupa waktu untuk berhenti dan melakukan kegiatan berguna lain. Di awal main game tetapkan waktu sekitar satu atau dua jam saja. Kalau perlu pasang jam beker untuk mengetahui batasan waktu.

Main game kelamaan dapat berdampak buruk pada tubuh kita karena otak yang konsentrasi penuh pada game akan mengabaikan kegiatan penting atau kebutuhan tubuh seperti makan, minum, solat, mandi, tidur, istirahat, olahraga, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Terkadang orang baru sadar setelah main game terasa pusing

2. Jangan Main Game Yang Tiada Akhir Dan Butuh Waktu Lama

Usahakan pilih game yang tidak bikin kita kecanduan untuk memainkannya berbulan-bulan dan bertahun-tahun dan menghabiskan banyak waktu seharian untuk memainkannya agar menghasilkan hasil game yang baik.

Tentu saja hal itu akan membatasi kita untuk mengetahui game-game baru lain, membuat penasaran terus, dan kadang bisa merasa malu jika status account game yang kita mainkan memiliki hasil yang rendah dibanding gamer lain. Alangkah baiknya jika kita gunakan waktu yang ada untuk kegiatan yang menghasilkan uang halal di dunia nyata atau menghasilkan amal kebajikan untuk bekal kita kelak setelah mati.

3. Hindari Game Sulit Yang Memancing Emosi

Game yang susah terkadang bikin kita kesal dan akhirnya emosi dan marah-marah nggak jelas. Pencetan dan joystick pun bisa jadi sasaran kalau lagi kalap dan bisa dibanting, dipukul, diinjak, dan beragam tindak kejam lainnya.

Tidak hanya mesin konsol atau komputer pc / laptop saja yang jadi rusak. Tangan, kaki dan badan pun bisa sakit kalau melakukan tindak kekerasan pada benda mati yang keras dan padat. Hentikan main game jika sudah emosi dan langsung nonton tv untuk meredam amarah.

4. Mainkan Game Yang Mengasah Otak / Menghibur

Ada banyak game yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir otak kita seperti game puzzle, game kasus, game ingatan, game strategi, dan sebagainya. Ada juga game yang lucu bisa menghibur kita saat memainkannya. Analisislah game yang anda mainkan apakah dapat memberikan dampak positif bagi anda apakah memberi hiburan atau kemampuan pikiran. Jika tidak memberikan apapun berarti game itu tidak memberikan apapun buat anda dan justru bisanya hanya membuang waktu anda saja.

5. Ajak Orang Lain Main Rame-Rame

Main game ramai-ramai jauh lebih baik daripada main sendirian saja. Dengan mengajak teman, keluarga, kakak, adik, tetangga, pacar, papa, mama, kakek, nenek, paman, bibi, dan sebagainya main game kita akan mempererat hubungan kita dengan orang lain selama game yang dimainkan cocok untuk dimainkan bersama-sama dan tidak bikin emosi. Main game sendirian saja akan menghilangkan jiwa sosial kita dan dapat mengurangi jumlah teman kita dari waktu ke waktu.

Teman kenalan dari main game online bukan teman nyata karena orang itu bisa tidak jujur pada kita. Teman di kehidupan nyata jauh lebih berharga daripada teman maya.

6. Jangan Main Judi

Game yang melibatkan taruhan uang di mana kalau kita menang dapat uang dan kalau kalah bisa kehilangan uang itu namanya judi. Judi dari jaman kuda gigit besi sudah ada. Jaman sekarang game dalam bentuk game elektronik seperti bola tangkas, judi kartu, game koin, dan game lainnya yang bisa dimainkan secara online dan bebas beredar di internet.

Judi bisa bikin kita miskin mendadak karena judi online sudah diseting bandar tidak akan pernah rugi karen sistem sudah menetapkan berepa keuntungan bandar, berapa dana yang dikumpulkan dari orang kalah untuk orang yang menang, dsb yang merugikan kita. Ketahuin main judi bisa buat kita lupa waktu, musyrik, lupa anak bini, dsb. Jadi intinya judi itu jahat dan dosa.

7. Jangan Hamburkan Uang

Sayangi uang anda dan sebaiknya ditabung untuk bekal masa depan dan juga untuk berjaga-jaga saat kita nggak punya duit. Hitung semua pengeluaran dari ngegame yang mungkin seperti ongkos transpot, listrik, akses internet, makanan, minuman, bayar rental, dan lain-lain. Hitung juga nilai waktu anda yang dibuang percuma untuk main game seandainya waktu itu anda pakai untuk kegiatan yang menghasilkan.

Ada orang yang suka main game untuk mengejar hadiah tiket / kupon untuk ditukarkan dengan hadiah yang nilainya jauh lebih rendah dari uang yang telah kita keluarkan untuk main game. Hitunglah penghematan jangka panjang yang dapat anda lakukan jika semua uang itu anda kumpulkan.

8. Jangan Main Game Bajakan

Bayangkanlah orang-orang yang sudah susah payah membuat game dengan modal uang yang besar, modal otak pikiran yang terkuras habis, dan keringat selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Kita tinggal seenaknya beli game kopian dari tukang bajak dengan harga yang sangat murah. Pengembang game tidak dapat apa-apa, penjahat tukang baja game dapat uang besar dan kaya raya. Kita pun akhirnya dapat dosa.

Kalau tidak punya uang banyak, usahakan tidak memainkan game komersial yang didistribusikan secara tidak gratis. Cari game-game yang bersifat free alias gratis lisensinya. Di internet kita bisa download game gratis, demo dan game yang bisa dimainkan secara online langsung di internet tanpa install gamenya.

9. Sayangi Tubuh Anda

Jika suatu game membuat kita pusing karena sudut pandang game yang tidak sesuai dengan kemampuan otak kita segera hentikan dan jangan mainkan lagi. Buat apa kita main game tapi membaut badan kita menjadi sakit. Bisa juga game yang dimainkan bikin pegal, capek dan lemas jika dimainkan terlalu lama. Bisa juga bikin jari tangan kita sakit dan banyak keluhan tubuh lainnya. Intinya kita harus mengetahui batasan ketahanan tubuh kita pada game yang ada.

Kesimpulan

Perubahan sosial yang ada di masyarakat seharusnya kita tidak boleh menghindari namun kita hadapi dengan tangan terbuka karena mau tidak mau perubahan sosial akan selalu terjadi di masyarakat sebagai interaksi antar manusia dengan kelompoknya. Di dalam perubahan sosial kadangkala di warnai dengan kekerasan dan dramatis serta di warnai dengan penolakan dan penerimaan seperti permasalahan yang kami bahas di bab ini mengenai perubahan sosial tentang permainan anak. Perubahan sosial ini merubah kehidupan anak pada usianya yang dahulu anak – anak bermain permainan tradisional dengan menggunakan motorik dan interaksi sekarang dengan modernisasi anak – anak bermain hanya duduk di depan layar televisi atau monitor.

Dampak perubahan sosial mengenai permainan anak – anak dapat merubah cara berfikir tergantung orang tua mengawasi cara bermain anaknya, Dampak negatif dan positif menyelimuti perubahan sosilal ini tergantung setiap individu yang menyikapinya.

Seharusnya perubahan sosial jangan mengorbankan hal – hal yang dahulu di miliki bangsa ini menjadi langka dan hilang yaitu permainan tradisional yang banyak ragamnya, kita sebagai penurus generasi harus melestarikannya karena sebagai ciri khas bangsa ini.

Referensi     :

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s