Pembelian produk dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian konsumen

Tema                : Peranan dalam pengambilan keputusan

Judul                : Pembelian produk dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian konsumen

Nama               : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

 

Mengapa ada konsumen yang sulit memahami, menerima penjelasan dan penawaran yang disampaikan para tenaga kerja penjual, tetapi mengapa ada pula konsumen yang sangat cepat memahami, mudah menerima penjelasan dan segera percaya terhadap apa yang disampaikan oleh para tenga penjual. Mengapa ada konsumen yang cenderung mudah menerima produk –produk baru, tetapi sebaliknya ada konsumen yang sulit sekali dipengaruhi untuk membeli produk –produk baru, bahkan menunggu kebanyakan konsumen lain menggunakan baru mau membeli? Mengapa ada konsumen yang gampang memahami komunikasi pemasaran  yang disampaikan dengan penulisan tetapi mengapa ada yang susah dan lebih mudah menerima pesan yang disampaiakn dalam bentuk gambar-gambar yang menarik??pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul pada para pemasar ketika menawarkan produknya ke pasar sasaran yang dituju. Salah satu mengapa alasan terjadi perilaku tersebut adalah karena kepribadian konsumen yang memang berbeda. Ada konsumen yang cenderung dogmatis sehingga sulit untuk menerima hal-hal yang sifatnya berbeda atau tidak biasa dengan yang eblumnya, namun ada juga konsumen yang memiliki tingkat keinovasian tinggi sehingga mudah sekali untuk dibujuk membeli produk yang sifatnya baru. Pemaham terhadap kepribadian sangatlah penting tidak hanya untuk kepemtingan penyusunan  pemasaran tetapi juga penting ketika perusahaan menggunakan kepribadian

 

Kepribadian sering diartikan sebagai karakteristik individual yang merupakan perpaduan dari sifat, temperamental, kemampuan umum dan bakat yang dalam perkembangannnya dipengaruhi oleh interaksi individu dengan lingkungannya. Kepribadian juga diartikan sebagai karakteristik yang ada dalam diri individu yang melibatkan berbagai proses psikologis yang akan menentukan kecenderungan dan respon terhadap lingkungan. Jadi kepribadian seorang konsumen itu sifatnya unik karena setiap konsumen memiliki kepribdaian yang tidak sama persis. tdapat beberapa karakteristik penting berkaitan dengan definisi kepribadian, antara lain :

  1. Kepribadian anatar individi berbeda

Tidak ada dua individu yang memiliki kepribadian yang sama, oleh karena itu dinyatakan bahwa kepribadian adalah unik , artinya khas hanya milik individu tertentu.  Namun di dalam pemasaran, kepribdaian yang berbeda-beda itu dikelompoan  ke pribdaiaan yang relatif mirip misalnya, pemasaran handphone nokia disetiap katagori produknya memiliki keunggulan tertentu yang dibutuhakan konsumen menurut karakteristik kepribadian, ada handphone seri nokia yang unggul di musik yang berguna bagi konsumen yang suka akan musik dan ada pula produk nokia yang memili kamera yang canggih.

 

2. Kepribadian terbentuk karena inteaksi dengan lingkungan

Tumbuh kembang individu mulai dari  dalam kandung, bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa tidak akan terlepas dari lingkungan dimana individu melakukan interaksi. Oleh karena itu bagaimanapun lingkungan berperan yang cukup besar dalam membentuk kepribadian konsumen. Lingungan keluaraga sebagai lingkungan primer  sedangkan lingkungan teman sekolah, pergaulan merupakan lingkungan sekunder

 

3. Kepribadain bersifat relatif permanent

Diyakini oleh para pakar psikologi bahwa kepribdian yang ada pada individu bersifat relatif permanen artinya relatif sangat sulit untuk mengubah kepribadian, jika kepribdian itu telah terbentuk pada diri individu. Oleh karena itu, suatu hal yang kurang tepat apabila pemasar berusaha mengubah kepribadian konsumen. Yang dapat dilakukan pemasar adalah bagaiman mengelompok – kelompokan konsumen yang memilki kepribadian yang relatife sama tersebut pemasar menciptakan produk ataupun jasa yang sesuai denagn kepribadian dari segmentasi pasar yang hendak dituju

4. Kepribadian yang berubah

Meskipun kepribadain bersifat permanen  tetapi dalam kondisi terrtentu kepribdaian dapat dirubah

 

Teori-Teori Kepribadian

1. Teori Psikoanalisis

Teori ini dikembangkan oleh Sigmund freud, menurutnya individu merupakan hasil interaksi yang dinamis dari suatu sistem yang terdiri dari tiga sub sistem yaitu id, superego dan ego.

Id adalah bagian dari kepribadian yang berisi dorongan-dorongan primitif dan implus-implus kebutuhan fisiologis seperti haus, lapar dan seks dimana individu mencari kepuasan segera tanpa melakukan pertimbangan terlebih dahulu. Superego dipandang sebagai bagian kepribadian yang berisi nilai –nilai moral sosial dan kode etik yang diyakini individu. Superego disebut juga sebagaian hati nurani atau suara hati yang menyuarakan nilai – niali dan moral.superego ini dibentuk pada masa kanak – kanak (mulia usia 5-6tahun) melalui proses internlisasi. Sedangkan ego adalah bagian dari kepribadian yang berfungsi sebagai monitor internal yang memberikan pertimbangan secara rasional konflik antara id dan superego.

2. Tipe kepribadian Jungian

Menurut carl jung, kepribadian konsumen dapat diketahui dari begaimana individu merasakan dan bertindak dalam situasi tertentu secara konsisten

3. Teori Sifat

Teori sifat memfokuskan pengukuran kepribadian ke dalam kareteristik khusus. Orientasi ini bersifat kuantatif dan empiris. Sifat adalah sesuatu yang membedakan antara individu satu dengan indivudu yang lain. Beberapa sifat khusus dari kepribadian yang perlu dipahami oleh pemasar adalah sbb :

–         Keinovasian konsumen

Seberapa jauh individu menyukai sesuatu yang baru mencerminkan keinovasiannya. Konsumen yang memiliki tingkat keinovasian tinggi umumnya menyukai produk baru, layanan baru, dan hal-hal yang ditawarkan oleh pemasar.

–         Dogmatisme

Dogamatis merupakan karakteristik kepribadian yang menunjukan tingkat kekakuan individu dalam menerima sesuatu yang asing atau informasi yang bertentangan dengan kepercayannya. Konsumen yang memiliki karakteristik ini pada derajat yang tinggi akan cenderung sulit diyakinikan ketika pemasar menawarkan sesuatu yang baru atau sesuatu yang berbeda dengan keyakinannya mengenai hal tersebut. Dalam menghadapi konsumen dengan tipe ini memerlukan startego tertentu. Pada umumnya konsumen yang memiliki derajat dogmastis yang tinggi akan dapat dipengaruhi jika informasi yang disampaikan benar-benar meyakinkan, disertai bukti dan bahkan lebih baik lagi apabila yang melakukan pendekatan adalah orang yang memiliki otoritas yang terkait dengan produk tersebut.

Kepribadian konsumen dari sudut pandang kognitif

Morris, et al menjelaskan bahwa kepribadain konsume dapat ditinjau dari aspek kognitif. Berdasarkan aspek kognitif ini konsumen dapat dikelompokan menjadi duan kelompok yaitu ada yang cenderung menyukai hal-hal yang bersifat visual daripada verba dan ada yang cenderung memiliki kebutuhan kognitif. Ciri konsumen visual umumnya menyukai informasi yang disajikan dalam bentuk yang mudah dilihat dalm bentuk gambar dengan tidak mempunayi banyak kata.

Sedangkan cirri konsumen yang cenderung sifat verbal (menyukai bahasa) cenderung tertarik pada informasi yang disajikan dalam bentuk kata-kata atau kalimat.

 

Aplikasi Kepribadain dalam startegi pemasaran

Meskipun disadari bahwa relatif sulit untuk memngukur kepribadian konsumen, bukan berarti bahwa hal ini menyulitkan pasar dan mebuat pemasar tidak dapat membuat apapun. Pada hakekatnya kepribadaian adalah suatu kondisi kenyataan yang melekat pada konseumen. Misalnya seorang pemasar mobil mengetahu  bahwa dari aspek kepribadaian ada konsumen yang memiliki kepribadain  cenderung menyukai petualangan namun ada yang menyukai kelmbutan, dapat memanfaatkan untuk mendisign mobilnya sesuai dengan segmen yang dituju. Seorang pemasar telepon genggam yang menyadari bahwa ada konsumen yang tingkat keinovasiannya tinggi dan sebaliknyya ada yang rendaqh dapat memilih segmen konsumen yang keinovasiannya tinggi atau sebaliknya dapat memilih segmen yang tingkat keinovasiannya rendah.pemilihan segmen inilah yang nanti akan mempengaruhi strategi bersaing terutama dalam pengembangan produk, design promosi dan lainnya.

 

 

Jadi keimpulan diatas adalah Seorang pemasar dalm suatu produk perlu memperhatikan kepribadaian konsumen. Kepribadaian merupakan karakteristik individual yang merupoakan perpadauan dari sifat, temperamental, kemampuan umum dan bakat. Karakteristik kepribadain anatara lain bersifat unik, terbentuk melalui interaksi  dengan lingkungan, bersifat relative permanent dan dapat berubah jika terdapat kondisi yang mampu berubah. Pemasar eprlu memahami teori-teori kepribadaian baik itu teori psikoanalisis, tipe kepribadain Jungian dan teori sifat agar dapat menggunakannya dalam penyusunan startegi dan buaran pemasaran.

Meskipun kepribadaian bersifat kompleks, namun kepribadaian dapat diukur. Pemahaman terhadap kepribadaian dapat digunakan untuk mensegmenatasi pasar sehingga perusahaan dapatmemilih pasar yang tepat dan sebagai dasar untuk menyusun buaran pemasaran produk-produk yang yang dalm pembeliannya sangat dipengaruhi oleh kepribadain konsumen.

 

Sumber/ Daftar pustaka

–          Suryani, Tatik, (2008). Perilaku Konsumen. Surabaya : Graha

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s