Keluarga Merupakan Faktor Primer Dalam mempengaruhi Pembelian

Tema                : Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Judul                : Keluarga Merupakan Faktor Primer Dalam mempengaruhi Pembelian

Nama               : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

Keluarga mempunyai peranan penting dalam perilaku konsumen, konsumen sebagai anggota keluarga yang sering berinteraksi dengan anggota keluaraga yang sering berinteraksi dengan anggota  keluaraga yang lain. Perilaku secara tidak langsung dipengaruhi oleh hasil interaksi.  Keluarga mempengaruhi proses pembelajaran, sikap, persepsi dan perilaku orang – orang yang ada di dalamnya. Oleh kareana itu, konsumen secara langsung atau tidak langsung sangat dipengaruhi oleh keluaraga. Keluarga ditinjau dari persepektif lingkungan pengambilan keputusan, merupakan unit kecil pusat  pengambilan keputusan konsumen. Misalkan pemilihan tempat berlibur  dipengaruhi oleh anak – anak. Jadi keluaraga merupakan “kelompok” yang mempunyai pola pengambilan keputusan komplek karena melibatkan anggota keluarga, karena pengambilan keputusan sangat kompleks pola pengambilan keputusan yang terjadi antara keluaraga tentunya tidak sama. Keluaraga muda yang baru menikah  kurang dari enam bulan tentu akan berbeda dengan keluaraga yang memiliki anak yang duduk dibangku kuliah.

Di dalam pengambilan keputusan terdapat peran –peran tertentu yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga. Menurut schiffman dan kanuk terdapat delapan peran yang dapat dilakukan oleh anggota keluaraga antara lain :

1.Penjaga pintu (gatekeepers)

Perannya adalah mengatur dan mengendalikan dan mengendalikan informasi yang  akan masuk ke keluarga. Yang berperan sebagai penjaga pintu ini berperan untuk  menerima, meneruskan atau menolak/menghentikan informasi yang akan disampaikan kepada anggota keluarga.

2.Pemberian Pengaruh (influencer)

Peranan adalah memberi pengaruh kepada anggota keluarga lain untuk mengambil keputusan. Pemberi pengaruh akan mengevaluasi alternatif – alternatif yang tersedia. Pemberi pengaruh mempunyai peran penting dalam mempengaruhi pengambilan keputusan pemelihan, penggunaan atau penghentian suatu produk atau jasa.

3. Pengambilan Keputusan (decision maker)

Peranan adalah memutuskan produk /jasa yang akan dibeli. Di dalam keluaraga peran ini bisa diperankan oleh suami atau istri atau anak tergantung dari produk yang dibeli dan kondisi dominasi pengambilan keputusan dalam keluarga.

4.Pembeli (buyer)

Peranan adalah membeli atau melkaukan transaksi atas barang atas jasa

5. Penyiap (Preparer/installer)

Perannya menyimpan segala sesuatunya sehingga produk atau jasa siap digunakan/dikonumen

6.Pengguna (user)

Perannya memakai produk atau menggunakan produk/jassa yang dibeli.

7. Pemeliharaan (Maintainer)

Peranannya adalah merawat daan melkukan usaha yang memungkinkan produk atau jasa dapat digunakan dan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan jangka waktunya

8. Pembuang (Disposer)

Peranannya adalah berinisiatif menghentikan atau tidak melanjutkan penggnaan produk atau jasa yang igunakan.

Siklus Kehidupan keluarga

Menurt neightbor (1985) tahapan tugas dan masalah – masalah yang menjadi isu penting dalam setap tahapan siklus kehidupan keluraga sbb:

  1. Tahap perkawinan

pada tahap ini masing – masing mempunyai tugas untuk menyatu, menyelaraskan dan saling mengenal serta memahami pribadi masing – masing untuk bersama – sama membangun keluaraga.

2.Tahap Melahirkan anak

Pada tahap ini anak lahir dan tugas utama adalah bagaimana menciptakan suasana dan peran dengan adanya kehadiran anak.pada tahap ini bagaimana dapat salingh berbagi dengan adanya kehadiran anak, mengatur kembali peran masing –  masing, mana yang menjadi tugas suami dan mana yang menjdi tgas istri mengasuh anak

3. Tahap membesarkan anak- anak memasuki sekolah dasar

pada tahap ini tugas utamnya adalah emngasuh dan mendidik anak – anak. Pada tahap ini tentang menyediakan lingkungan yang aman untukpertumbuhan anak – anak, bagaimana menjdai orang tua yang baik, keterlibatan dengan masyarakat, waktu yang lebih banyak untuk mencurahkan kepada anak -anak,terutama untuk ibu dan bagaimana memberikan perhatian dan mengasuh yang adil diantara anak -anak.

4.Membesarkan anak -anak usia remaja

pada tahap ini orang tua mempunyai tugas penting dalam mengatur batasan – batasan yang boleh dan yang tidak boleh. Neighbour memberikan istilah orang tua melakukan “boundary testing”. Isu yang penting tahap ini adalah tari – meneraik antara mengendalikan dan memberikan kebebasan kepada remaja, berusah untuk mempunyai pengaruh karena adanya pembrontakan pada anak, masalah individualisasi dan keinginan anak mulai dilepaskan

5.keluarga mulai melepaskan anak -anak

Pada tahap ini anak – anak mulai menikah dan oarang tua mulai akan ditinggalkan anak -anak.tugas orang tua adalah mempersiapkan anak -anaknya siap untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Perubahan trasnsisi peran yang dilakukan setelah anak -anak tinggal di rumah dengan peran anatara ketika anak -anak berkeluaraga sendiri. Orang tua merasa an perlu penyesuaina antara suami istri dengan kondisi baru.

6.Tahap – tahp pertengahan

pada tahap ini suami istri berusaha untuk melakukan evaluasi diri dan menilai kembali peran dan apa yang dilakukan masing – masing. Timbulnya krisis tengah baya, p[erasaan puas atau sebaliknya munculnya kekecewaan, menerima keterbatasan, perubahan citra diri, antisipasi terhadap mas apensiun atau bahkan mulai ditinggalkan oelh oarang tua karena meninngal

7.Usia tua

Pada tahap ini tugas yang dilakukan adalah menghadapi kematian.isu-isu penting timbul adalh munculnya penyakit tua, mula mendeka

Menurt neightbor (1985) tahapan tugas dan masalah – masalah yang menjadi isu penting dalam setap tahapan siklus kehidupan keluraga sbb:

8.Tahap perkawinan

pada tahap ini masing – masing mempunyai tugas untuk menyatu, menyelaraskan dan saling mengenal serta memahami pribadi masing – masing untuk bersama – sama membangun keluaraga.

9.Tahap Melahirkan anak

Pada tahap ini anak lahir dan tugas utama adalah bagaimana menciptakan suasana dan peran dengan adanya kehadiran anak.pada tahap ini bagaimana dapat salingh berbagi dengan adanya kehadiran anak, mengatur kembali peran masing –  masing, mana yang menjadi tugas suami dan mana yang menjdi tgas istri mengasuh anak

10.Tahap membesarkan anak- anak memasuki sekolah dasar

pada tahap ini tugas utamnya adalah emngasuh dan mendidik anak – anak. Pada tahap ini tentang menyediakan lingkungan yang aman untukpertumbuhan anak – anak, bagaimana menjdai orang tua yang baik, keterlibatan dengan masyarakat, waktu yang lebih banyak untuk mencurahkan kepada anak -anak,terutama untuk ibu dan bagaimana memberikan perhatian dan mengasuh yang adil diantara anak -anak.

11.Membesarkan anak -anak usia remaja

pada tahap ini orang tua mempunyai tugas penting dalam mengatur batasan – batasan yang boleh dan yang tidak boleh. Neighbour memberikan istilah orang tua melakukan “boundary testing”. Isu yang penting tahap ini adalah tari – meneraik antara mengendalikan dan memberikan kebebasan kepada remaja, berusah untuk mempunyai pengaruh karena adanya pembrontakan pada anak, masalah individualisasi dan keinginan anak mulai dilepaskan

12.keluarga mulai melepaskan anak -anak

Pada tahap ini anak – anak mulai menikah dan oarang tua mulai akan ditinggalkan anak -anak.tugas orang tua adalah mempersiapkan anak -anaknya siap untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. Perubahan trasnsisi peran yang dilakukan setelah anak -anak tinggal di rumah dengan peran anatara ketika anak -anak berkeluaraga sendiri. Orang tua merasa an perlu penyesuaina antara suami istri dengan kondisi baru.

13.Tahap – tahp pertengahan

pada tahap ini suami istri berusaha untuk melakukan evaluasi diri dan menilai kembali peran dan apa yang dilakukan masing – masing. Timbulnya krisis tengah baya, p[erasaan puas atau sebaliknya munculnya kekecewaan, menerima keterbatasan, perubahan citra diri, antisipasi terhadap mas apensiun atau bahkan mulai ditinggalkan oelh oarang tua karena meninngal

14.Usia tua

Pada tahap ini tugas yang dilakukan adalah menghadapi kematian.isu-isu penting timbul adalh munculnya penyakit tua, mula mendekati kepada tuhan.

Jadi keluaraga merupakan faktor unit kecil pusat  pengambilan keputusan konsumen menurut schiffman dan kanuk terdapat delapan peran yang dapat dilakukan antara lain Penjaga pintu, Pemberian Pengaruh Pengambilan Keputusan, pembelian, penyiapan, Pengguna, pemeliharaan, Pembuang. Dan siklus kehidupan keluarga dimulai dari tahap perkawainan sampai usia tua.

Sumber/ Daftar pustaka

–          Suryani, Tatik, (2008). Perilaku Konsumen. Surabaya : Graha Ilmu

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s