Positioning

Tema                : Produk Posisioning

Judul                : Posisioning

Nama                : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merk atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar. Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.

Re-positioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen. Continue reading

Segmentasi, target dan posisi produk

Tema                :Model segmentasi target dan posisi pasar

Judul                : Motivasi

Nama               : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah suatu konsep yang sangat penting dalam kehidupan ini. Dalam kegiatan bisnis segmentasi pasar digunakan untuk memilih pasar sasaran, mencari peluang, menggerogoti segmen pemimpin pasar, merumuskan pesan-pesan komunikasi, melayani lebih baik, menganalisis prilaku konsumen maupun mendesain produk.

1) Segmentasi Geografik, yaitu membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, negara bagian regional, negara bagian, kota atau kompleks perumahan (Kotler dan Amstrong:1997:237). Alasan pemilihan segmentasi ini dikarenakan setiap wilayah memiliki karakter yang berbeda dengan wilayah lainnya. Continue reading

Motivasi moslow

Tema                :Motivasi

Judul                : Motivasi moslow

Nama               : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

PENDAHULUAN

Setelah suatu perusahaan memperoleh tenaga kerja, melatih mereka, dan kemudian memberikan pengupahan yang layak dan adil, tugas pemimpin perusahaan (manajer) belum selesai. Dalam kenyataan, tidak selalu seseorang yang telah digaji cukup akan merasa puas dengan pekerjaannya. Banyak faktor (di samping gaji) yang menyebabkan orang merasa puas atau tidak puas bekerja pada suatu organisasi. Seorang manajer adalah orang yang bekerja dengan bantuan orang lain. Ia tidak menjalankan semua pekerjaan sendirian saja, melainkan mengarahkan orang lain dalam tim untuk melaksanakannya. Jika tugas yang diarahkan tidak dapat dilaksanakan oleh karyawannya, seorang manajer harus mengetahui sebab-sebabnya. Mungkin karyawan yang bersangkutan memang tidak kompeten di bidangnya, tetapi mungkin pula ia tidak mempunyai motivasi untuk bekerja dengan baik.
Dari kenyataan ini, kami menyadari bahwa motivasi merupakan unsur hakiki dalam integrasi antara pribadi individu-karyawan dan tujuan organisasi. Dalam konteks ini, pemberian motivasi merupakan salah satu fungsi dan tugas dari seorang manajer. Ia harus mampu memotivasi individu-individu yang terlibat untuk dapat memberikan kinerja yang optimal demi pencapaian tujuan organisasi.
Sesuai dengan judul makalah kami yaitu ”Teori Motivasi Dalam Mempengaruhi Perilaku Individu Dalam Organisasi”. Dalam makalah ini, teori Maslow akan menjadi titik tolak dan landasan pemikiran bagi gagasan tentang penemuan motivasi untuk peningkatan kinerja individu dalam organisasi.

BAB 1

1.1 Sekilas Tentang Abraham Maslow

Abraham Maslow dilahirkan pada tahun 1908 dalam keluarga imigran Rusia-Yahudi di Brooklyn, New York. Ia seorang yang pemalu, neurotik, dan depresif namun memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecerdasan otak yang luar biasa. Dengan IQ 195, ia unggul di sekolah.

Ketika beranjak remaja, Maslow mulai mengagumi karya para filsuf seperti Alfred North Whitehead, Henri Bergson, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Plato, dan Baruch Spinoza. Di samping berkutat dalam kegiatan kognitif, ia juga mempunyai banyak pengalaman praktis. Ia bekerja sebagai pengantar koran dan menghabiskan liburan dengan bekerja pada perusahaan keluarga.

Maslow hidup dalam zaman di mana bermunculan banyak aliran psikologi yang baru tumbuh sebagai disiplin ilmu yang relatif muda. Di Amerika William James mengembangkan Fungsionalisme, Psikologi Gestalt berkembang di Jerman, Sigmund Freud berjaya di Wina, dan John B. Watson mempopulerkan Behaviorisme di Amerika. Ketika pada tahun 1954 Maslow menerbitkan bukunya yang berjudul Motivation and Personality, dua teori yang sangat populer dan berpengaruh di universitas-universitas Amerika adalah Psikoanalisia Sigmund Freud dan Behaviorisme John B. Watson.

Dalam ranah psikologi, Psikoanalisa Freud dianggap mazhab (force) pertama. Sedangkan Behaviorisme disebut mazhab kedua. Agaknya Maslow (kendati pernah mengagumi kedua aliran tersebut) mempunyai prinsip yang berbeda. Sampel penelitian Freud adalah pasien-pasien neurotis dan psikotis di kliniknya. Pertanyaan kita adalah: bagaimana kesimpulan dari sampel orang-orang yang terganggu jiwanya dapat diterapkan pada orang-orang pada umumnya (yang sehat mental). Maslow mempunyai prinsip bahwa sebelum mengerti penyakit mental, orang harus terlebih dahulu memahami kesehatan mental. Di kutub lain, kaum Behavioris menghimpun data dari penelitian atas binatang seperti burung merpati dan tikus putih. Maslow melihat bahwa kesimpulan mereka bisa jadi berlaku bagi ikan, katak, atau tikus, tetapi tidak untuk bangsa manusia. Berlawanan secara radikal dengan kedua aliran tersebut, Maslow mencari sampel pada manusia-manusia yang dalam masyarakat dilihat sebagai “tokoh”. Ia melibatkan penelitiannya terhadap tujuh tokoh modern dan sembilan tokoh sejarah: Abraham Lincoln dan Thomas Jefferson (presiden AS), Eleanor Roosevelt (First Lady yang dermawan), Jane Addams (pelopor pekerja sosial), William James (psikolog), Albert Schweitzer (dokter dan humanis), Aldous Huxley (penulis), dan Baruch Spinoza (filsuf). Penyelidikan tentang tokoh-tokoh ini (dan yang lainnya) -kebiasaan, sifat, kepribadian, dan kemampuan mereka- telah mengantar Maslow sampai pada teori tentang kesehatan mental dan teori tentang motivasi pada manusia. Secara dialektis, tesis Freud dan antitesis Watson dkk. melahirkan sintesis Abraham Maslow. Oleh karena itu, Maslow menyebut teorinya sebagai mazhab ketiga. Continue reading

Motivasi

Tema                :Motivasi

Judul                : Motivasi

Nama               : Ridwan Ardiansyah

Npm/kelas        : 11208051/3EA03

Mengapa  seseorang lebih suka membeli mie goring Indomie daripada merk lain?Mengapa seorang anak kecil suka bermain Timezone dari pada ditempat hiburan lain?Apakah karena produknya atau sebenarnya pada diri konsumen ada kebutuhan dan keinginan tertentu sehingga mendorong berusaha mencari produk yang mereka inginkan??Bagi pasar mengenal kebutuhan dan keinginan konsumen yang mendorong untuk memilih atau tidak memilih suatu produk sangat penting .

Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari bahsa latin movere yang artinya menggerakan . seorang konsumen memebeli sesuatu karena ada yang mengerakkan, proses timbulnya dorongan  sehingga konsumen tergerak untuk membeli produk itulah yang disebut motivasi. Sedangkan yang memaotivasi untuk memebeli adalah motif

Unsur yang terlibat dalam motivasi meliputi :

  1. Kebutuhan

Setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda – beda. Kebutuhan ini bersifat fisiologis dan dapat dipelajari. Kebutuhan bersifat fisiologis anaztara lain kebutuhan akan makan, minum, udara, pakaian, perlindungan serta seksual sedangkan kebutuhan yang dipelajari anatar lain pengharagaan diri, ptastise, dan kekuasaan

  1. Perilaku

Aktivitas yang dilakukan individu dalam usaha memenuhi kebutuhan, perilaku ini dpaat diamati dalam pengambilan keputusan.

  1. Tujuan

Tujuan yang dipilih konsumen tergantung pengalama pribadi, kapasitas fisik, norma – norma dan nilai – nilai budaya.

Pada umunya motif atau kebutuhan manusia memiliki sifat sebagai berikut :

  1. Kebutuhan tidak pernah terpuaskan

Kebanyakan kebutuhan manusia tidak terpuaskan sepenuhnya. Contoh seseorang yang sudah memiliki mobil sedan soluna untuk sarana transportasi ditahun yang akan datang ia menginginkan mobil BMW dan sedan Camry.

  1. Kebutuhan baru muncul stelah kebutuhan lama terpenuhi

Sama seperti contoh nomer 1, setelah kebutuhan srana transportasi terpenuhi muncul keinginan baru memebeli mobil y6ang lebih mahal. Ini menunjukan bila kebutuhan terpenuhi  maka akan timbul  kebutuhan baru yang berbeda, yang lebih tinggi aatau yang nilainya lebih cocock dengan kondisi yanga akan dating

  1. Keberhasilan dalam mencapai tujuan akan mempengaruhi tujuan berikutnya

Apabila konsumen gagal dalam men cpaai tujuan sebelumnya, maka konsumen pada umumnya akan menentukan tujauan yang mungkin lebih rendah atau tujuan pengganti yang memungkinkan dapat mencapainya. Sebaliknya konsumen yang berhasil mencapai tujauan akan meningkatkan tujuan berikutnya yang lebih tinggi. Contoh, seorang konsumen yang gagal memebeli computer Pentium terbaru akan berusaha memebeli Pentium generasi yang lama

  1. Motif bersifat majemuk

Sangat jaraang tindakan seorang konsumen hanay didasrkan pada satu motif, tetapi umunya didorong oleh beberaapa motif sekaligus. Contoh, seorang yang memebeli mobil BMW selain didorong untuk mndapatkan prastise, juga untuk meningkatakan harga diri dan kebutuhan akan kenyamaan serta keamanan

Continue reading