Apakah Puisi Seperti ini

Insprirasi Tak Kunjung datang

Mengetuk Pikiran Ku . . . .!!

Seolah – olah Enggan Mengisi

Ke-kosongan ku Di malam ini

Walau mata tak bisa padam

Dan nafas-ku pun terus berlari

Tetap saja hanya coretan hitam

Di kertas-ku

Continue reading

Diam

Diam, Diam dan Diam

Begitu lamanya aku dan kamu terdiam

Karena ada hal membuat  diam

Continue reading

Tentangmu

Cinta…
Bayang tentang dirimu
Tak dapat lenyap dari hatiku
Setiap langkah kaki
Setiap kejap mata
Setiap hela nafas
Setiap detak jantung
Seakan diiringi oleh bayangmu

Masih ku ingat…
Sinar matamu
Tak satu bintang pun menggantikan
Manis senyummu
Tak setetes madu pun melebihi
Merah bibirmu
Tak setangkai mawar pun menyerupai
Harum tubuhmu
Tak se-karang bunga pun mewakili
Lirih lembut suaramu
Tak seekor merpati pun menandingi

Begitu indahnya dirimu
Hingga ku tak sanggup melupakanmu

AKU INGIN MENJADI HARIMU

Aku ingin menjadi pagimu

Merangkul mentari dengan embun sahaja menggores hari

Aku ingin menjadi siangmu

Mengobar sinar surya dengan hangatnya sepoi angin menari

Meneteskan peluh keringat, meranggas kibaran semangat

Aku ingin menjadi soremu

Menelan bulat matahari senja, memerahkan semesta

Aku ingin menjadi malammu

Melukis bulanku anggun terkulai abu

Hingga menitikkan air matamu yang syahdu

Dan menjadi bintang sebagai tudung langit yang kelu

Aku ingin menjadi harimu

Di setiap langkah waktu hingga menutup kisah hidupmu

Gelisah

Aku hilang arah harus melangkah
Inginku berlari sampai pagi
Inginku kejar binar matahari
aku masih terdiam disini

aku bisu………..!!!!
terpaku dalam lembaran mimpi
Aku tersentak…….!!!
ketika denting waktu memanggilku

aku terbangun gelisah,hatiku resah
ku cari-cari sesuatu
hanya ada baju…..!!!
ketika itu ku sadari

ada sesuatu yang hilang
ku coba bertanya…..!!!
ketika cinta kehilangan makna
apa mungkin kasih setia itu masih ada…..???

by: Ridwan.A

Tentangmu

Cinta…
Bayang tentang dirimu
Tak dapat lenyap dari hatiku
Setiap langkah kaki
Setiap kejap mata
Setiap hela nafas
Setiap detak jantung
Seakan diiringi oleh bayangmu
Masih ku ingat…
Sinar matamu
Tak satu bintang pun menggantikan
Manis senyummu
Tak setetes madu pun melebihi
Merah bibirmu
Tak setangkai mawar pun menyerupai
Harum tubuhmu
Tak se-karang bunga pun mewakili
Lirih lembut suaramu
Tak seekor merpati pun menandingi
Begitu indahnya dirimu
Hingga ku tak sanggup melupakanmu